Minggu, 12 April 2015

LET’S MOVE ON

#Bismillah
Mendengar kata “MOVE ON”, yang bakalan terpikir pertama kali adalah “jomblo”, “baru putus”, dan “kesendirian”. Namun bila kita tinjau dari segi harfiah bahasa, kata “move on” lebih cenderung pada berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk memperbaiki kondisi. Kondisi ini bisa diartikan sebagai berhijrah. Hijrah berarti perpindahan seseorang dari suatu kondisi buruk ke kondisi yang lebih baik.
Seseorang melakukan hijrah karena beberapa hal sebagai berikut.
1.      Terancam di tempat tinggalnya
2.      Tempat tinggalnya terkena musibah dan wabah penyakit
3.      Mencari ilmu lebih yang tidak ada di tempat asalnya
Hijrah ada dua macam. Hijrah fisik dan hijrah batin. Hijrah fisik biasanya kita alami ketika kita masuk perguruan tinggi di luar kota. Contohnya penulis sendiri dan beberapa teman yang hijrah dari lumajang ke kota malang untuk menuntut ilmu. Bisa juga ketika seseorang merantau ke negeri orang untuk mencari nafkah rezeki.  Hijrah batin biasanya terjadi pada seseorang yang mencoba “move on” setelah diputus pacar mengalami musibah atau bisa juga orang yang mencoba keluar dari komunitas atau pekerjaan yang dirasa tidak cocok dengan nilai-nilai keislaman.
Hijrah bisa dilakukan dalam skala kecil ataupun skala besar, dan pengaruhnya bisa beragam. Ada yang cuma berpengaruh bagi dirinya sendiri—sang penghijrah—dan hijrah yang mempengaruhi kehidupan umat manusia di masa depan. Contoh dari hijrah yang pengaruhnya luar biasa, bisa disebut hijrah akbar, adalah hijrahnya Rasulullah dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Dikisahkan dalam Al-Qur’an dan Hadist, hijrah akbar Rasul ini disebabkan karena terhambatnya dakwah Rasul di Makkah, sehingga beliau dan para sahabat diperintahkan oleh Allah untuk berhijrah ke Madinah dan Alhamdulillah, setelah berhijrah ke Madinah, Islam bisa berkembang pesat dan tersebar di penjuru dunia.
Bila hijrah akbar terjadi di zaman Rasulullah saat hijrah dari Makkah ke Madinah, maka ada hijrah massal yang dilakukan oleh Nabi Adam dan keturunannya dari Taman Surga (taman indah di bumi, posisinya diperkirakan di Afrika Utara atau daerah Timur Tengah) ke penjuru dunia seperti benua Afrika, Eropa, Asia, Australia, hingga hijrah berakhir di benua Amerika.
Hijrah bisa menjadi wajib ketika seseorang merasa terancam dengan keadaannya sekarang dan mencoba keluar atau berpindah dari keadaan semula untuk mendapat situasi yang lebih baik.


LET’S MOVE ON

Senin, 09 Maret 2015

Tidur Varokah

Tidur Varokah part 1

Bismillahirrahmanirrahim.

Apakah diantara anda ada yang pernah melakukan aktivitas tidur? Pasti semuanya pernah melakukannya. Karena tidur merupakan kebutuhan manusia. Tidur biasa dilakukan ketika seseorang merasa lelah, mengantuk dengan tujuan agar saat bangun dari tidur, tubuh terasa segar
sleeping family

Tapi apakah pernah terlintas di pikiran anda bahwa dalam melakukan aktivitas tidur, kita harus menyesuaikan situasi kondisi, tempat, waktu. Tepatnya dalam tidur, harus disesuaikan waktu tidur yang tepat, situasi apa yang mendukung, dan dimana tempat seharusnya kita diperbolehkan tidur agar saat terbangun dari tidur, tubuh kembali segar bugar, bukan malah berasa tidak enak badan. Pada postingan ini, penulis mencoba menjelaskan tentang aktivitas tidur ini (khusus dampak tidur malam).

Tidur adalah keadaan dimana seseorang melakukan istirahat. Sebenarnya saat tidur, tubuh melakukan aktivitas regenerasi sel, detoksifikasi (pengeluaran racun), dan aktivitas lainnya. Jadi ketika seseorang tidur, tubuhnya tidak benar-benar istirahat. Malahan, ada organ yang bekerja lebih keras, semisal hati dan paru-paru. Saat tidur, organ hati, paru-paru, dan organ lainnya bekerja untuk detoksifikasi racun dengan rincian berikut.
  • 21.00-23.00: detoksifikasi di bagian kelenjar getah bening
  • 23.00-01.00: detoksifikasi di bagian hati
  • 01.00-03.00: detoksifikasi di bagian empedu
  • 03.00-05.00: detoksifikasi di bagian paru-paru. Pada rentang waktu tersebut, kita sering mengalami batuk. Batuk bisa disebabkan karena paru-paru sedang “membersihkan” kotoran dari apa yang kita hirup seharian
  • 05.00-07.00: detoksifikasi di bagian usus besar. Terkadang dalam rentang waktu tersebut, kita sering mengalami sakit perut dan mulas karena usus besar sedang berusaha mengeluarkan “hasil” detoksifikasi.

Selain itu, pada durasi 00.00-04.00 terjadi proses produksi darah oleh sum-sum tulang belakang dan pada pukul 07.00-09.00, ada proses penyerapan gizi oleh usus kecil. Oleh karena itu, kita diusahakan untuk sarapan pagi walaupun hanya selembar roti atau sesuap nasi.

Perlu diingat, pada saat proses detoksifikasi di dalam tubuh (21.00-05.00), kita harus dalam situasi tertidur pulas. Hal ini bertujuan agar proses detoksifikasi bisa berjalan lancar tanpa gangguan.
Anjuran untuk tidur mala mini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Ar-rum (30) ayat 23.


Oleh karena itu, ayo sekarang belajar mencoba membiasakan diri untuk tidur malam lebih awal biar tidur lebih varokah :v .

Sumber: Hakim, Arief. 2013. Jangan Tidur Sore Hari. Yogyakarta: Diva Press

Minggu, 01 Februari 2015

Mikir pake dengkul, otak, atau hati?

Bismillah...

"mangkanya kalo mikir itu pake otak, jangan pak dengkul", "gini nih kalo mikir pake otak, gagalah presentasi kita", "berpikirlah pakai hati jangan pake otak dalam menyelesaikan masalah batin".

Itulah beberapa umpatan yang keluar dari mulut seseorang ketika memperingatkan temannya. Berpikir pakai dengkullah, otaklah, pakai hatilah, semuanya sama saja. Menuntut kita untuk berpikir. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membedakan antara berpikir dengan 3 organ yang saya sebutkan.

Pertama, berpikir pakai dengkul. Mungkin ini indikasi kalau ia lebih memilih untuk bertindak duluan daripada berpikir. Bisa kita contohkan ketika kita berjalan di atas pasir pantai di siang bolong tanpa alas kaki. Seketika itu orang pasti berlari dengan merasakan panas. Ga mungkin dong dia akan berpikir, "koq panas ya kakiku, enaknya lari atau gimana ya?" kalo ada teman anda seperti itu, langsung rujuk teman anda ke spesialis otak. Mungkin ada yang bermasalah dengan otaknya :v

Kedua, berpikir pakai otak. Situasi ini mendukung ketika kita sedang mengerjakan soal ujian, berbicara dalam lomba cerdas cermat, atau kegiatan yang menuntut kita untuk berpikir. Saat seperti ini, seseorang akan berpikir terlebih dahulu daripada bertindak.

Ketiga, berpikir dengan hati. Ini hal yang sulit untuk dijelaskan. Karena berpikir disini berarti berkaitan dengan perasaan. Bisa saja ketika seseorang sedang menonton film mengharukan, ada saja yang langsung meneteskan air mata. Bukan karena cengeng, tapi memang film yang mengharukan itu bisa menggetarkan hati kita. Bila ada teman anda tidak meneteskan air mata saat menonton firm mengharuskan, berarti ada kemungkinan hati teman anda sudah keras.

Tapi dari ketiga pendapat barusan, sebenarnya kita berpikir dengan otak. Tidak peduli bagaimana situasi yang sedang dijalani. Kita bisa melihat bagian bagian otak. Ada otak besar yang dibagi menjadi otak kanan dan otak kiri, otak kecil, batang otak, sistem limbik.

Bila ditarik secara garis besar, otak besar berfungsi untuk berfikir, otak kecil berfungsi untuk koordinasi tubuh seperti cara berjalan, batang otak berfungsi untuk mengatur fungsi dasar organ manusia seperti detakan jantung, sistem limbik berfungsi untuk menghasilkan perasaan. Intinya semua tindakan yang kita lakukan, dikendalikan. Berpikir pakai dengkul berarti sebenarnya menggunakan dengan otak kecil dan batang otak. Berpikir dengan otak berati menggunakan otak besar, sedangkan berpikir dengan hati berarti menggunakan batang otak dan sistem limbik.

Tapi selalu ada perdebatan tentang berpikir pakai otak dengan berpikir pakai hati. Karena setiap kejadian di sekitar kita, seperti dimarahi, melihat hal mengharukan, marah, senang, maka dada terasa sesak dan jantung berdegup kencang. Sebenarnya jantung juga dihubungkan dengan otak melalui sel saraf. Berarti ketika orang menerima respon dari luar, maka respon akan diterima dan diproses di otak, lalu dikirim ke jantung untuk melakukan tindakan. Hanya saja karena jantung adalah organ dalam dan penyusunnya adalah jaringan polos, maka kita tidak merasakan. Paling paling yang kita rasakan hanya rasa sesak dan jantung berdetak kencang. Seolah olah jantung memiliki pemikiran sendiri.

Hal yang juga perlu diperhatikan, bahwa perasaan orang tersimpan dalam otak, bukan jantung atau hati seperti yang dipikirkan banyak orang. Emang ada ketika orang mencangkokkan hati atau jantungnya ke orang lain, kemudian orang resipien berubah sifat seperti sifat pendonornya? Tidak mungkin terjadi. Karena sifat dan perasaan seseorang terletak di otaknya. Tepatnya di sistem limbik dan batang otak.

Jadi, kesimpulannya adalah semua tindakan kita diatur oleh otak kita. Maka kita perlu bersyukur kepada Allah Maha Pemberi karena memberi organ yang bisa mengkoordinasikan seluruh bagian tubuh kita dan menyingkronkan dengan perasaan adan tindakan kita. Oleh karena itu, gunakan pemikiran kita untuk hal hal yang bermanfaat. OK!

YES, WE CAN!

Menjadi pemimpin, Alhamdulillah atau Astaghfirullah ?

Bismillah...

Hari istimewa memang terkadang tidak diawali dengan hal istimewa, bahkan terkesan biasa seperti tadi pagi. Teman-teman yang sudah menunggu kedatanganku untuk datang menghadiri acara muktamar CIS. Tapi bagaimana lagi, aku bangun "kesiangan" karena keasikan ngerjain tugas yang sebenarnya bisa dilakukan di sela-sela sidang. Akhirnya teman-teman memaklumi tindakanku yang tidak benar ini.

Tidak terasa agenda muktamar telah sampai pada acara penentuan formatur. Akhirnya keluar namaku bersama 1 cowok dan 3 cewek. Akhirnya kami disuruh keluar dari forum untuk memusyawarahkan tentang siapa yang nantinya akan menjadi ketua formatur sekaligus menjadi ketua umum baru. Diantara kami berlima, 2 memilih seniorku yang menjadi ketua umum sebelumnya dan 2 lagi mencalonkanku sebagai ketua umum baru. Disinilah aku mulai merasa bingung. Memilih antara membiarkan seniorku memimpin 1 kepengurusan lagi atau diriku ini yang masih dibilang kurang pantas untuk memimpin? ...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... akhirnya aku berbicara "saya memilih diri saya sendiri untuk menjadi ketua umum CIS 2015". Entah pikiran apa yang terlintas ketika diriku berbicara itu dan aku sudah tidak memperdulikan pendapat orang lain. Tapi satu hal yang bisa kuungkapkan adalah karena seniorku ini sudah pernah menjadi ketum di kepengurusan sebelumnya dan mungkin hati kecilnya mengatakan bahwa dia ingin kembali fokus kuliah untuk bisa menyelesaikan studinya. Maka dari itu diriku sebagai mungkin satu-satunya cowok yang pantas mengajukan diri sebagai ketum.

Sebenarnya peristiwa ini sudah ku persiapkan jauh-jauh hari. Bahkan aku sampai ditolak oleh temanku untuk melanjutkan kepengurusan di organisasi lain karena dia ingin aku fokus untuk mengabdi pada organisasi ini. Akhirnya diriku terpilih sebagai ketua formatur sekaligus menjadi ketua umum CIS 2015 dan telah disepakati dengan konsideran muktamar dengan ketukan palu sidang sebanyak 3 kali. Alhamdulillah, kata pertama yang terlintas di pikiranku. Tapi tidak kusadari bahwa ada temanku yang sampai meneteskan air mata bukan karena tidak terpilih sebagai ketua formatur tapi ia takut kalau nantinya di kepengurusan ini, organisasi yang kupimpin tidak lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Akhirnya dengan perasaan lapang dada, ia bisa tersenyum kembali selagi mengingatkanku untuk merubah sikapku yang kurang baik menjadi lebih baik.

Pada sambutan, aku mengungkapkan bahwa aku ini orangnya hiperaktif dan impulsif. Memang aneh ketika sambutan, seseorang mengungkapkan sifat buruknya di depan orang lain. Tapi bagiku itu tidak masalah, yang penting semua sudah tau dan harapannya bisa saling mengingatkan dalam kebaikan. Aku juga mengharapkan bantuan dari teman teman pengurus baru karena aku tidak bisa membangun organisasi menjadi lebih baik tanpa bantuan dari pengurus. Seperti dalam shalat berjamaah, berjuang bersama lebih baik daripada berjuang sendiri.

Setelah acara muktamar CIS ditutup, ada beberapa sms masuk ke ponselku yang isinya tentang ucapan selamat atas terpilihnya sebagai ketua umum, dilanjutkan dengan harapan mereka kepadaku untuk mengembah amanah sebagai pengemban dakwah.

Jadi untuk seluruh pengurus CIS 2015 yang membaca cerita ini, saya mohon bantuannya karena ketuamu ini masih harus belajar banyak dari kalian untuk menjadi pemimpin yang baik.

Terima kasih



-intermeso-

Setelah kurenungkan, ternyata menjadi seorang ketum (ketua umum) dalam artian pemimpin bukanlah perkara mudah dan bisa dibanggakan karena menjadi ketum berarti harus bertanggung jawab terhadap anggotanya. Syukur syukur kalau anggotanya melakukan tindakan baik. Kalau pas anggotanya membuat masalah, maka ujung ujungnya yang dimintai pertanggungjawaban pasti ketumnya. Ketum juga harus bisa jaga sikap. Ada saatnya boleh bergurau tapi harus sering menampakkan wibawanya sebagai ketum. Harus bisa membimbing anggotanya kalo ada yang salah. Serba repot dah..,

Tapi anehnya ketika aku membandingkan kepemimpinan di organisasi kampus dengan wakil rakyat di tingkat negara, jauh banget dari namanya pemimpin. Soalnya sejauh pengamatanku yang beredar di media massa (ga pernah wawancara langsung), wakil rakyat dianggap hanya bisa menikmati fasilitas negara dari pajak rakyat, leyeh leyeh, tidak menyampaikan aspirasi rakyat dengan benar, dan sederetan ungkapan buruk lainnya. Maka tidak salah ketika ada sebagian orang menyebut wakil rakyat sebagai perampok uang rakyat. Padahal saat mereka melakukan kampanye kepada rakyak, bilangnya ingin menyejahterahkan rakyak, menurunkan harga sembako, memperbaiki fasilitas, dan janji lainnya sampai sampai harus melakukan politic money kepada rakyat agar mereka mau memilihnya.

Aku jadi ingat tentang penampilan Abdur pada acara SUCI 4 yang mengatakan bahwa wakil rakyat sudah GILA sejak awal. Mengapa? karena mereka mempertaruhkan seluruh harta mereka hanya untuk mendapatkan kursi DPR dimana peluang mereka untuk menang < 10%. Ya kalo menang, kalau kalah, sudah dipastikan mereka menjadi GILA. Lagian mereka tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada diri mereka setelah mereka meninggal dunia atau setidak-tidaknya setelah lengser dari DPR, apa yang nantinya mereka pertanggungjawabkan kepada rakyat? mau bilang kalo hidup di DPR hanya tidur doang? ya siap-siap di begal nanti.

Intinya adalah ketika kita mendapatkan jabatan, maka jangan jadikan jabatan sebagai kebanggaan, tapi sebagai amanah yang harus dilaksanakan.



Jumat, 30 Januari 2015

Perkenalan

Assalammualaikum wr. wb.

bertemu lagi dengan penulis yang ga jelas ini. Syukur kepada Allah karena masih diberi sehat sehingga bisa menulis cerita dan ide pada tulisan ini. semoga sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan semoga di akhirat kelak, kita diakui oleh Rasul sebagai ummatnya. Aamiin.

Sebelum menulis tentang cerita dan ide-ide, penulis mau memperkenalkan diri. GA SIP kalo belum tahu siapa pembuat dan penulis di blog ini. Betul apa betul?

Foto diambil pada bulan Mei 2014 saat mengikuti kunjungan ilmiah ke Pabrik Gula Madukismo.
とにかく, nama penulis Anak Agung Karang. Biasa dipanggil Agung, kalo panggil Anak atau Karang juga boleh. Inisial  "Anthozoa", "Akazura". Lahir dari pasangan Ali Imron dan Nur Hikmah R. di Purwokerto pada hari Rabu tanggal 16 Oktober 1996. Dibesarkan di Tempeh, Lumajang. Alamat Perumahan Asabri E-6 Tempeh, Lumajang. Anak pertama dari 3 bersaudara. Agama Islam. Golongan darah A.

Pernah bersekolah di SDN Tempeh Tengah 01, SMPN 1 Lumajang, SMAN 2 Lumajang. Sekarang penulis sedang menempuh pendidikan jenjang tinggi di Universitas Negeri Malang Jurusan Kimia Program Studi S-1 Pendidikan Kimia. Alamat di Malang berpindah-pindah, dulu di Jln. Sumbersari Gg. VI no 11A. Sekarang di Jln. M. Pandjaitan no. 2D.

Hobi macam-macam atau malah ga ada soalnya penulis juga orangnya ga jelas. Makanan favorit apa aja pokoknya buatan Ibu di rumah. Minuman favorit air putih (simpel amat). Suka hal-hal berbau jejepangan karena hobi kesukaan adalah nonton anime. Warna kesukaan merah yang melambangkan semangat. Itulah kenapa namanya Akazura. Aka yang berarti merah, Zura berarti rambut wig.

Organisasi yang pernah diikuti sebelum mahasiswa adalah Dewan Ambalan Pramuka SMA. Prestasi belum ada. Maklum penulis seorang NEET. Cuma pas SMA aja aktif organisasi, itu pun cuma 1,5 tahun kepengurusan. Di kampus, penulis menjadi
1. Staff divisi Kajian Kimia Kerohanian (3K) HMK "OKSIGEN" 2014
2. Anggota bidang Pembinaan CIS 2014
3. Koordinator Komisi Sosialisasi dan Dokumentasi Komisi V KPU FMIPA UM 2014

Sekarang di kampus, penulis (ganti aja deh jadi saya, biar lebih akrab), saya menjadi tipe orang yang cenderung hiperaktif dan impulsif. Kalo kuliah sering diam ngantuk di kelas. Senang nyapa orang walaupun ga kenal. Paling semangat kalo ada yang bahas seputar anime. Paling ga seneng kalo di"semprot" sama temen sendiri padahal ga salah. Terbuka dan senang dicurhati walaupun aslinya kepo. Sukanya ngelawak tapi ga lucu. Emosional. Sebenarnya ada banyak sifat dari saya yang belum bisa diungkapkan. lain kali kalo ada kesempatan, bakal disebutin lagi.

Sekian perkenalan dari saya. Maaf kalo isinya acak-acakan karena saya masih belajar menulis dengan sistematika yang benar. Satu pesan dari saya, "kalo tak kenal, maka ta'aruf". Arigatou.

Wassalammualaikum wr. wb.

YES, WE CAN

Rabu, 28 Januari 2015

Pembukaan

Assalammualaikum wr. wb.

Rasa syukur tak terhingga kepada Allah SWT. Sang Pencipta Alam Semesta yang masih memberi kerahmatan kepada penulis sehingga bisa membuat blog dalam keadaan sehat. Shalawat tetap selalu tercurahkan kepada Nabi Akhirul Zaman, Nabi Muhammad SAW. atas perjuangan beliau, kita masih bisa hidup dalam keadaan damai dan sejahtera. Alhamdulillah. hari ini pada tanggal 28 Januari 2015, blog dengan judul Agung Akazura berhasil dibuat.

Latar belakang dari pembuatan blog ini sebenarnya adalah ketika penulis mendengan ungkapan dari seorang teman yang mengungkapkan bahwa
"ketika seseorang hanya "menembak" pikiran manusia lewat lisan, maka hanya 1 ide yang menembus pikiran manusia, dan ketika seseorang "menembak" lewat tulisan, maka ide itu bisa menembus jutaan pikiran manusia." 
Oleh karena itu blog ini dibuat walaupun tujuan dari pembuatan blog ini belum jelas.

Sekian pembukaan dari penulis. Mungkin postingan ini bisa memacu teman-teman untuk lebih semangat untuk mengutarakan ide lewat tulisan. Terima Kasih

Wassalammualaikum wr. wb.

YES, WE CAN